DSCF5884.JPG

Saya selalu suka perjalanan, baik itu di kereta, mobil, jalan kaki, sepeda, atau seperti saat ini di pesawat. Banyak kontemplasi atau proses pemikiran yang terjadi ketika saya di dalam perjalanan. Terlebih ketika kita di dalam pesawat tanpa koneksi internet, saya selalu bisa menghabiskan buku-buku yang selalu ingin saya baca atau menonton film yang selalu ingin saya tonton.

Kali ini, buku pertama dalam perjalanan 12 jam pertama ini adalah 99 Wisdom oleh Gobind Vasdev. Lucunya, saya dulu pernah ngefans banget sama Gobind waktu dia menjadi peserta di reality show di TV berjudul “Penghuni Terakhir”. Bahkan saya sampai sedih waktu Gobind kalah. Menurut saya waktu itu Gobind itu unik sekali, sederhana, idealis, baik hati, tidak terlalu ambisius dan apa adanya, dan sepertinya menurut pengalaman yang sudah terjadi, kaya gitu lah tipe laki-laki yang selalu bisa menarik hati saya.

842469_80cdf04a-ffbe-4462-8899-147c3b89919d

Buku ini tidak saya temukan tapi menemukan saya, melalui adik saya yang memberikan buku ini sebagai hadiah ulang tahun saya yang ke-27 kemarin, dititipkan lewat teman di Boston yang sedang pulang ke Indonesia. Dia pun menemukannya melalui temannya yang memberinya buku ini. Kebetulan kah? Sepertinya tidak. Sepertinya semuanya ada benang merahnya. Kenapa dulu saya bisa suka sekali dengan Gobind, dan setelah bertahun-tahun akhirnya dia datang kembali hari ini ketika saya menuntaskan buku yang menyentuh hati saya ini.

Buku ini rasanya menemukan diri saya di saat yang sangat tepat dan saya baca di saat yang tepat juga. Hampir 90% dari buku ini bercerita tentang menjadi ikhlas, berserah diri, mengalir saja, percaya pada-Nya, dan tidak mengejar sesuatu untuk mendapatkan kebahagiaan. Buku ini mengajarkan hal-hal sederhana yang susah untuk dipraktekkan melalui kejadian-kejadian kecil dalam hidup. Bahwa lawannya cinta adalah takut, bahwa untuk bisa bahagia kita harus bisa merelakan, menanggalkan keakuan, ingat bahwa kita tidak pernah kehilangan apa-apa karena kita tidak merasa memiliki apa-apa.

Buku ini mencoba berpikir kebalikan dari orang-orang kebanyakan yang ingin sukses dengan terus mengejar dan meraih ambisi yang diinginkan. Buku ini mengajak kita untuk menerapkan BERAS MERAH = BERserah, ikhlAS, MErelakan, dan pasRAH. Satu hal yang masih terus aku latih untuk bisa mencapai kesana.

Terimakasih, Gobind..

Emirates flight, May 2nd 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s