Bermain sambil Belajar dengan ‘Wayang Kardus’ ala SMP 11 Bandung

Rabu, 16 Februari 2011 saya berkesempatan untuk datang di Young Changemakers (YCM) Community forum yang ke-2 kalinya dihelat setelah Januari kemarin dimulai di Saung depan Ashoka Indonesia. YCM Community kali ini berlangsung di SMP 11 Bandung, SMP yang sudah penasaran saya ingin kunjungi semenjak salah satu Guru SMP ini datang ke kantor Ashoka: Ibu Nia Kurniati. Kabarnya SMP ini bersih, sejuk, asri, hijau, go green, zero waste, dkk. Beruntunglah akhirnya saya berkesempatan ke Sekolah ini dengan naik angkot 2x dari kantor Ashoka Indonesia.

 

Pemandangan awal begitu saya masuk sekolah ini memang sangat menyenangkan. Bersih dan sejuk!

 

Halaman depan begitu masuk gerbang SMP 11 Bandung

 

 

gerbang masuk yang menyambut kami di SMP 11 Bandung

 

 

Kedatangan saya dan Metya, rekan Internship di Ashoka, disambut oleh Hilda, yang pernah saya temui di Sesi Dragons’ Den Ashoka Indonesia Summit Desember lalu. Memang benar, orang-orang yang interest-nya sama akan sering bertemu. Saya tidak menyangka bisa bertemu lagi dengan orang-orang hebat yang saya temui di Ahoka Asian Socialpreneur Summit lalu di Bandung ini. Hilda lalu membawa saya dan Metya ke ruangan yang ternyata sudah penuh oleh anak-anak berseragam SMP plus bu Nia Kurniati, sang Guru Inspiratif yang semangat menyebarkan aktifitas go green dan cinta lingkungan berbasis sekolah (contoh: pengelolaan sampah berbasis sekolah). Datang juga Mbak Nana dan Mas Agni dari Ashoka Indonesia dan Agung yang lagi ngadain penelitian tentang YCM untuk skripsinya. Saya pun bertemu lagi dengan Ami (YCM 2009) yang sempat bertemu di YCM Community Januari lalu dan bertemu teman baru si Tatha dari Komunitas Sahabat Kota.

 

Saya lalu duduk setelah memperkenalkan diri kepada semua yang ada di ruangan lalu dimulailah YCM Community yang kali ini dipimpin oleh Tuan Rumah, bu Nia dan muridnya yang sudah seperti anaknya sendiri, Amilia Agustina (Ami), anak kelas IX SMP 11 Bandung. Ami pun memulai dengan melakukan performance Wayang Kardus bersama teman-temannya. Wayang Kardus ini merupakan inisiatif dari teman2 yang tergabung di Extrakulikuler Sains ini yang digawangi oleh ibu Nia Kurniati sebagai bentuk Reused kardus-kardus yang tak terpakai, disulap menjadi performance yang lucu, unik, dan inspiratif! Inilah beberapa foto si Wayang Kardus:

 

Cerita tentang "Go Zero Waste" ditampilkan atraktif lewat Wayang Kardus

 

 

Di balik layar :p

 

 

Ada yang megang Setting belakang, Ada yang jadi wayang kardus, ada yang megang kain, kompak dan asik!

 

 

Selesai! Tepuk tangan penontooon! :)

 

 

Ami sedang membagikan kertas yang akan dipakai untuk membuat Wayang Kardus

 

 

Nah, setelah menyaksikan penampilan unik dan asik dari teman-teman SMP 11 Bandung, kami pun dibagi menjadi 2 kelompok untuk membuat cerita sendiri lalu membuat wayang kardus sendiri dan menampilkannya di akhir kegiatan sore ini. Kami memulai acara siang ini jam 2 dan kami mulai membuat wayang kardus pukul 3 sore. Saya kebetulan tidak satu kelompok dengan Ami, tapi dengan teman-teman yang tidak kalah hebat lainnya: Hendra, Ajeng, Nadyra, Ayu, dan lain lain. Mbak Nana pun punya ide untuk memakai cerita Hendra yang menjadi Duta Anti Asap Rokok untuk ditampilkan di Wayang Kardus kelompok kami. Kami pun setuju. Hendra mulai berceloteh menceritakan seperti apa proses menjadi Duta Anti Asap Rokok yang sedang dia jalani.

 

Bermula dari cerita Hendra yang tergabung dalam PMR di sekolah lalu dia dipanggil Ibu Lisa selaku pembina PMR bersama Nadira, kemudian dipilih untuk mengikuti KKR (Kelompok Kesejahteraan Remaja) lalu dia dipilih menjadi Duta Anti Asap Rokok dan bergabung di Wisma Parahyangan dan melakukan presentasi apa saja yang akan dia lakukan sebagai Duta di sekolahnya. Hendra pun memiliki ide untuk melakukan kampanye secara tertulis maupun lisan tentang bahaya asap rokok, melakukan himbauan secara rutin seusai upacara sekolah hari Senin dan melakukan sosialisasi berikut dengan solusinya seperti: mengajak anak-anak muda seusianya untuk beraktifitas seperti PMR – KIR – Basket – dll, bergaul dengan anak-anak yang tidak merokok, dan memberitahu teman2 supaya tidak merokok.

 

Hendra, Ajeng, dan Nadira pun bercerita tentang kejadian di angkot sewaktu bersama bapak-bapak yang sedang merokok. Mereka dengan tanpa takut menyindir Bapak-bapak yang dengan seenaknya ngrokok di tempat umum dengan batuk-batuk, menyindir, dan mengingatkan secara langsung. Banyak hal-hal seru yang mereka sudah alami dalam proses mengingatkan orang-orang yang merokok ini. Ada yang pernah dicibir Bapak-bapak karena dianggap masih anak-anak ga usah berani ngomong macem2, ada yang Bapak-bapaknya cuman ngelirik sinis, ada yang manut, dll. Saya merasa salut dan bangga dengan anak-anak SMP ini yang sudah melakukan hal-hal seperti ini di usia mereka yang masih muda.

 

Kembali lagi ke Wayang Kardus, kami pun akhirnya sepakat memberi judul cerita kami: “Balada Asap Rokok” dengan menciptakan tokoh-tokoh fiktif dalam cerita yang akan dibuat wayang kardusnya seperti: Nunu, Joko, Nyayu, Cinta, dll. Inilah karya yang berhasil kami ciptakan dari kardus-kardus dan kertas bekas hanya dalam waktu kurang lebih 1,5 jam:

 

Lucu, bukan? :)

 

 

Kanan: Ajeng. Kiri: Ayu. Bersama tokoh yang akan mereka perankan :)

si Hendra sibuk menulis script dan konsep cerita

Ami, Tatha, sedang sibuk mewarnai wayang kardus-nya

 

Ohya, selama proses pembuatan, bu Nia yang baik ternyata menyuguhkan es jus yang segar dan ramah lingkungan karena ga pake cup, pake gelas dong :) terimakasih bu Nia :) Juga untuk buku pinjamannya “Sekolahnya Manusia” yang sangat inspiratif! (Akan diulas di postingan selanjutnya).

 

 

Silakan dipilih: Jus Alpukat, Strawberry, atau Mangga :D

 

 

Setelah jadi, kami pun siap menampilkan wayang kardus masing-masing tim di depan penonton yang ada. Saya kejatahan main peran sebagai Cinta dan sekaligus memegang geber, hehehe. Teman magang saya, Metya jadi narator bersama Mas Agni. Lihatlah betapa seru dan menyenangkannya memainkan permainan sederhana yang unik dan inspiratif ini:

 

Tim Ami memainkan wayang kardusnya, ini gebernya kok malah di belakang yah :p

 

 

Narator yang suka bingung siapa yang ngomong duluan, Haha lucu :)

Tim Hendra, saya sembunyi di balik Geber :p

Cheeeers for my team! Hidup Balada Asap Rokok! :)

Berakhir sudah YCM Community kali ini, ditutup oleh si Ami

 

Ternyata, Wayang Kardus sangat menyenangkan dan tidak susah dibuat. Saya mendapat hal baru dari YCM Community kali ini dengan membuat wayang kardus. Saya tidak sabar ingin memainkannya dan mengajarkannya kepada anak-anak di Camp Merapi Kinahrejo, anak-anak autis dan down syndrom di SLB Widya Bhakti Semarang, dan anak-anak lainnya yang pasti akan senang bermain wayang kardus sambil belajar lewat cerita-cerita inspiratif dari wayang kardus. Terimakasih Ami, Bu Nia, Hendra, Ajeng, dan semua teman-teman di YCM Community yang sudah menebarkan inspirasi (lagi) lewat hal-hal sederhana dan menyenangkan :)

 

Sampai jumpa di YCM Community selanjutnya! (yang mungkin saya tidak bisa ikut karena sudah meninggalkan Bandung, hiks.) Semangat!

 

Salam Changemakers,

Dini Hajarrahmah

@dinidreaming

 

 

One thought on “Bermain sambil Belajar dengan ‘Wayang Kardus’ ala SMP 11 Bandung

  1. Pingback: Tweets that mention Bermain sambil Belajar dengan ‘Wayang Kardus’ ala SMP 11 Bandung « Official Site of Dini Hajarrahmah -- Topsy.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s