0

“Sampah Sobat Abdi”; Our New Born Baby Project!


                Last week  I promise to give you the update about my project that we initiate together to be implemented in this year Canada World Youth program in Depok. As I mention before that me, Chitha, Scott, and Salam initiate a project about making craft (wallet, bag, etc) from the garbage of Indomie, Pop Ice, Kopi, etc. Finally we name this project: “Sampah Sobat Abdi” which in sundanese, in english means garbage is my friend. We concept the campaign and the training through some meeting with 4 of us and we got the idea doing the campaign twice using marching band!

So, this week, we did the campaign on Wednesday and Thursday (8 and 9 February 2012). The idea is we use marching band team from SD N 2 Depok walking from Pangligaran area to Pagelaran area in the first day of campaign. We bring megaphone, I speak on that megaphone in sundanese! The point is to invite people to coome to our training in 14, 15, and 16 February 2012 about making the garbage into craft and we gonna sell it and they can make money from that.

During I speak in the megaphone and the marching band play the instrument, Mayfree and Memel who also join our team so helpful in spreading the poster and tape it in people’s home, warung, and public building in this village while they explain what is it all about. They also spread the sticker that we made which have the title of our project on it: “Sampah Sobat Abdi” to the people. Chitha did the double job by hold my megaphone speaker and hold sac of gargabe which we ask people to collect the garbage that they have now or they see in the street to put it in Chitha’s sac. Scott also did the same thing like Chitha holding the garbage sac and bring the snack for the marching band kids. Salam keep the children safe in the street and holding the big poster about our title of the project “SAMPAH SOBAT ABDI”. Junus, our supervisor, help us by taking the pictures of the campaign.

A lot of kids follow us from the back and they really happy to collect the garbage and put it in Chitha and Scott’s sac. We wrote down the sundanese “Aya sampah? Abusken Kadie!” in the sac which means “Any garbage? Put it here!” so kids are very competitive to put as much as garbage as possible there. In the end, we got a lot of coffee package garbage in the sac. Thank you, kids!

In the end of the campaign, the marching band kids make a really awesome movement in the big field and a lot of people come to see which means a very great opportunity for us to tell them what this campaign about and invite them to come to our training.

The next day of the campaign run well and not as long as yesterday’s route. We walk with the marching band again from Pagelaran area to Cipicung area. Zaldi and Mayfree replace me in the megaphone speaker and I spread the poster, tape it to people’s home, warung (small store), and public building. In the end of the campaign, we gave the marching band kids pencil, stickers, and snacks. They are so happy and we informally recruit them as PPIK troopers! PPIK is the abreviation for Pertukaran Pemuda Indonesia Kanada or Indonesia Canada Youth Exchange Program, the Indonesian name for Canada World Youth. We plan to train them as a green kid ambassador in their school. Thats sounds good, eh?

Next week, we can’t wait for the training from Khilda, one of Ashoka Young Changemakers from Bandung who will come to ouur village during a week to give training making garbage into crafts and she will stay in my host family home. I knew Khilda since last year when I had an internship in Ashoka, an NGO focusing in Social Entrepreneurship and they have a cool program name Young Changemakers Ashoka which every year select new Young Changemakers all accross Indonesia. I hope Khilda and our team can cooperate together so we can make this project success and sustainable. We hope we can reduce the amount of the garbage here which normally people here burn it and give income for the people here buy selling their handmade garbage craft.

Me and my team are so excited to make this dream comes true during our stay here. Even though we only have a month left here, I still believe that I can make it happen! I hope all the projects that we initiate in this village going to be success, the key is one: Dont Stop Believing! :)

1

Bermain sambil Belajar dengan ‘Wayang Kardus’ ala SMP 11 Bandung

Rabu, 16 Februari 2011 saya berkesempatan untuk datang di Young Changemakers (YCM) Community forum yang ke-2 kalinya dihelat setelah Januari kemarin dimulai di Saung depan Ashoka Indonesia. YCM Community kali ini berlangsung di SMP 11 Bandung, SMP yang sudah penasaran saya ingin kunjungi semenjak salah satu Guru SMP ini datang ke kantor Ashoka: Ibu Nia Kurniati. Kabarnya SMP ini bersih, sejuk, asri, hijau, go green, zero waste, dkk. Beruntunglah akhirnya saya berkesempatan ke Sekolah ini dengan naik angkot 2x dari kantor Ashoka Indonesia.

 

Pemandangan awal begitu saya masuk sekolah ini memang sangat menyenangkan. Bersih dan sejuk!

 

Halaman depan begitu masuk gerbang SMP 11 Bandung

 

 

gerbang masuk yang menyambut kami di SMP 11 Bandung

 

 

Kedatangan saya dan Metya, rekan Internship di Ashoka, disambut oleh Hilda, yang pernah saya temui di Sesi Dragons’ Den Ashoka Indonesia Summit Desember lalu. Memang benar, orang-orang yang interest-nya sama akan sering bertemu. Saya tidak menyangka bisa bertemu lagi dengan orang-orang hebat yang saya temui di Ahoka Asian Socialpreneur Summit lalu di Bandung ini. Hilda lalu membawa saya dan Metya ke ruangan yang ternyata sudah penuh oleh anak-anak berseragam SMP plus bu Nia Kurniati, sang Guru Inspiratif yang semangat menyebarkan aktifitas go green dan cinta lingkungan berbasis sekolah (contoh: pengelolaan sampah berbasis sekolah). Datang juga Mbak Nana dan Mas Agni dari Ashoka Indonesia dan Agung yang lagi ngadain penelitian tentang YCM untuk skripsinya. Saya pun bertemu lagi dengan Ami (YCM 2009) yang sempat bertemu di YCM Community Januari lalu dan bertemu teman baru si Tatha dari Komunitas Sahabat Kota.

 

Saya lalu duduk setelah memperkenalkan diri kepada semua yang ada di ruangan lalu dimulailah YCM Community yang kali ini dipimpin oleh Tuan Rumah, bu Nia dan muridnya yang sudah seperti anaknya sendiri, Amilia Agustina (Ami), anak kelas IX SMP 11 Bandung. Ami pun memulai dengan melakukan performance Wayang Kardus bersama teman-temannya. Wayang Kardus ini merupakan inisiatif dari teman2 yang tergabung di Extrakulikuler Sains ini yang digawangi oleh ibu Nia Kurniati sebagai bentuk Reused kardus-kardus yang tak terpakai, disulap menjadi performance yang lucu, unik, dan inspiratif! Inilah beberapa foto si Wayang Kardus:

 

Cerita tentang "Go Zero Waste" ditampilkan atraktif lewat Wayang Kardus

 

 

Di balik layar :p

 

 

Ada yang megang Setting belakang, Ada yang jadi wayang kardus, ada yang megang kain, kompak dan asik!

 

 

Selesai! Tepuk tangan penontooon! :)

 

 

Ami sedang membagikan kertas yang akan dipakai untuk membuat Wayang Kardus

 

 

Nah, setelah menyaksikan penampilan unik dan asik dari teman-teman SMP 11 Bandung, kami pun dibagi menjadi 2 kelompok untuk membuat cerita sendiri lalu membuat wayang kardus sendiri dan menampilkannya di akhir kegiatan sore ini. Kami memulai acara siang ini jam 2 dan kami mulai membuat wayang kardus pukul 3 sore. Saya kebetulan tidak satu kelompok dengan Ami, tapi dengan teman-teman yang tidak kalah hebat lainnya: Hendra, Ajeng, Nadyra, Ayu, dan lain lain. Mbak Nana pun punya ide untuk memakai cerita Hendra yang menjadi Duta Anti Asap Rokok untuk ditampilkan di Wayang Kardus kelompok kami. Kami pun setuju. Hendra mulai berceloteh menceritakan seperti apa proses menjadi Duta Anti Asap Rokok yang sedang dia jalani.

 

Bermula dari cerita Hendra yang tergabung dalam PMR di sekolah lalu dia dipanggil Ibu Lisa selaku pembina PMR bersama Nadira, kemudian dipilih untuk mengikuti KKR (Kelompok Kesejahteraan Remaja) lalu dia dipilih menjadi Duta Anti Asap Rokok dan bergabung di Wisma Parahyangan dan melakukan presentasi apa saja yang akan dia lakukan sebagai Duta di sekolahnya. Hendra pun memiliki ide untuk melakukan kampanye secara tertulis maupun lisan tentang bahaya asap rokok, melakukan himbauan secara rutin seusai upacara sekolah hari Senin dan melakukan sosialisasi berikut dengan solusinya seperti: mengajak anak-anak muda seusianya untuk beraktifitas seperti PMR – KIR – Basket – dll, bergaul dengan anak-anak yang tidak merokok, dan memberitahu teman2 supaya tidak merokok.

 

Hendra, Ajeng, dan Nadira pun bercerita tentang kejadian di angkot sewaktu bersama bapak-bapak yang sedang merokok. Mereka dengan tanpa takut menyindir Bapak-bapak yang dengan seenaknya ngrokok di tempat umum dengan batuk-batuk, menyindir, dan mengingatkan secara langsung. Banyak hal-hal seru yang mereka sudah alami dalam proses mengingatkan orang-orang yang merokok ini. Ada yang pernah dicibir Bapak-bapak karena dianggap masih anak-anak ga usah berani ngomong macem2, ada yang Bapak-bapaknya cuman ngelirik sinis, ada yang manut, dll. Saya merasa salut dan bangga dengan anak-anak SMP ini yang sudah melakukan hal-hal seperti ini di usia mereka yang masih muda.

 

Kembali lagi ke Wayang Kardus, kami pun akhirnya sepakat memberi judul cerita kami: “Balada Asap Rokok” dengan menciptakan tokoh-tokoh fiktif dalam cerita yang akan dibuat wayang kardusnya seperti: Nunu, Joko, Nyayu, Cinta, dll. Inilah karya yang berhasil kami ciptakan dari kardus-kardus dan kertas bekas hanya dalam waktu kurang lebih 1,5 jam:

 

Lucu, bukan? :)

 

 

Kanan: Ajeng. Kiri: Ayu. Bersama tokoh yang akan mereka perankan :)

si Hendra sibuk menulis script dan konsep cerita

Ami, Tatha, sedang sibuk mewarnai wayang kardus-nya

 

Ohya, selama proses pembuatan, bu Nia yang baik ternyata menyuguhkan es jus yang segar dan ramah lingkungan karena ga pake cup, pake gelas dong :) terimakasih bu Nia :) Juga untuk buku pinjamannya “Sekolahnya Manusia” yang sangat inspiratif! (Akan diulas di postingan selanjutnya).

 

 

Silakan dipilih: Jus Alpukat, Strawberry, atau Mangga :D

 

 

Setelah jadi, kami pun siap menampilkan wayang kardus masing-masing tim di depan penonton yang ada. Saya kejatahan main peran sebagai Cinta dan sekaligus memegang geber, hehehe. Teman magang saya, Metya jadi narator bersama Mas Agni. Lihatlah betapa seru dan menyenangkannya memainkan permainan sederhana yang unik dan inspiratif ini:

 

Tim Ami memainkan wayang kardusnya, ini gebernya kok malah di belakang yah :p

 

 

Narator yang suka bingung siapa yang ngomong duluan, Haha lucu :)

Tim Hendra, saya sembunyi di balik Geber :p

Cheeeers for my team! Hidup Balada Asap Rokok! :)

Berakhir sudah YCM Community kali ini, ditutup oleh si Ami

 

Ternyata, Wayang Kardus sangat menyenangkan dan tidak susah dibuat. Saya mendapat hal baru dari YCM Community kali ini dengan membuat wayang kardus. Saya tidak sabar ingin memainkannya dan mengajarkannya kepada anak-anak di Camp Merapi Kinahrejo, anak-anak autis dan down syndrom di SLB Widya Bhakti Semarang, dan anak-anak lainnya yang pasti akan senang bermain wayang kardus sambil belajar lewat cerita-cerita inspiratif dari wayang kardus. Terimakasih Ami, Bu Nia, Hendra, Ajeng, dan semua teman-teman di YCM Community yang sudah menebarkan inspirasi (lagi) lewat hal-hal sederhana dan menyenangkan :)

 

Sampai jumpa di YCM Community selanjutnya! (yang mungkin saya tidak bisa ikut karena sudah meninggalkan Bandung, hiks.) Semangat!

 

Salam Changemakers,

Dini Hajarrahmah

@dinidreaming

 

 

3

Join: Ashoka Young Changemakers Award 2011

Original source: http://www.facebook.com/note.php?note_id=473669905975

 

Kabar gembira!

Young Changemakers Ashoka Indonesia kembali membuka kesempatan bagi kaum muda usia 12-25 tahun untuk bergabung dalam Komunitas Global Young Changemakers!

Kesempatan ini terbuka buat kamu yang telah menjalankan dan mengembangkan inisiatif sosial konkrit di masyarakat, dengan kriteria gagasan sebagai berikut:

l  Sebuah inisiatif yang diprakarsai oleh anak muda

l  Dipimpin oleh anak muda

l  Menciptakan dampak positif bagi masyarakat

l  Melibatkan  tim yang solid

l  Memiliki kepedulian sosial dan energi untuk menjadi sukses

Selain tema sosial yang umum, tahun 2011 Ashoka juga mengembangkan tema Health, alias kesehatan.

Untuk gabung berproses dalam program Young Changemakers, buruan konfirmasikan diri kamu ke alamat email ycm@ashoka.or.id

  • Format  subject / judul email:   Aplikasi YCM_Nama_Asal Kota_nama kegiatan sosial
  • Isi email :

Nama, alamat email, nomor kontak (HP/Telepon Rumah)

Satu kalimat yang  menjelaskan aktivitas sosial kamu di masyarkat (ingat, satu kalimat!), pastikan kamu yang menggagas, mengelola dan memimpin kegiatan sosial ini di masyarakat bersama tim muda kamu minimal 3 orang.

Setelah itu Ashoka akan mengirimkan email berisi formulir pendaftaran untuk kamu isi dan segera kirim kembali ke Ashoka. (kamu juga bisa coba unduh formulirnya di ycm.ashoka.or.id)

Undangan ini berlaku untuk:

1.       Kandidat YCM tahun sebelumnya, konfirmasikan kembali perkembangan kegiatan kamu hingga saat ini

2.       Teman-teman yang telah menjalankan aktivitas sosial konkrit di masyarakat

Untuk teman-teman yang ingin mengembangkan aktivias sosial konkrit di masyarakat, dan ikutan program YCM, dapat ikuti link notes facebook berikut, siapa tau tipsnya berguna! Ditunggu juga ide dan aksi konkritnya di masyarakat ok!

Be the change! You are the change!

Sebarkan ke yang lain yah!

http://www.facebook.com/notes.php?id=100000209656553&notes_tab=app_2347471856#!/note.php?note_id=426581540975 (apa yang membuat inisiatif sosial anak muda menjadi inspiratif)

http://www.facebook.com/notes.php?id=100000209656553&notes_tab=app_2347471856#!/note.php?note_id=382739155975 (3 langkah mudah menjadi pembaharu muda versi 1)

http://www.facebook.com/notes.php?id=100000209656553&notes_tab=app_2347471856#!/note.php?note_id=382995380975 (3 langkah mudah menjadi pembaharu muda versi 2)

 

 

Ashoka Young Changemakers 2010

 

0

Bandung: My Dream City since I was in the Elementary School

Hello World!

Ini adalah hari ke-5 saya berada di kota kembang. Tahukah kamu? Kota ini adalah kota impian saya dari kecil :). Sejak lihat Petualangan Sherina waktu SD dulu, saya langsung jatuh cinta dengan Bandung dan bertekad pengen tinggal di Bandung. Itulah kenapa juga saya dulu sangat keukeuh pengen masuk Desain Komunikasi Visual ITB hehehe. Saya seneeeng banget sama orang Sunda, cara ngomong mereka yang enak dan halus, mereka baik-baik dan ramah (at least yang saya temui). Bandung yang sejuk dan ga panas kaya Semarang, Bandung yang penuh dengan kreatifitas anak muda, komunitas unik-unik, gerakan-gerakan keren, Bandung yang gudangnya distro fashion clothing, Bandung yang makanannya enak-enak, Bandung yang ini Bandung yang itu.

 

And here we go..

Mimpi saya untuk tinggal di kota ini akhirnya terwujud juga, meskipun cuman satu bulan untuk sementara, kita kan ga tahu ya nanti ke depannya saya bisa tinggal lagi di kota ini atau tidak, hehe. Ini terwujud berkat Ashoka Indonesia yang menerima permintaan Internship saya dan satu lagi partner saya: Metya, untuk magang selama satu bulan di NGO yang berfokus di Socialpreneur dan Young Changemaking ini.

 

Hari pertama kami di Bandung adalah Jumat kemarin, 21 Januari 2011 di Stasiun Kota Bandung dan kami dijemput oleh teman SMA saya Ardianto Satriawan yang kuliah di Teknik Elektro ITB. Dengan baik dan tulus dia mengantar kami ke kosnya dengan carter mobil (75.000) dari Stasiun ke daerah kosnya di Cisitu Dalam (Dago). Saya bersama partner Internship saya: Ariyantika, Helen, Metya serta membawa satu bocah: Etha Farida yang semangatnya luarbiasa berapi-api hehehe. Dia ikut conference IYMC 2011 bersama saya dan Ariyantika paginya, setelah itu kami sempat stay semalam di rumah Ayu di Bekasi dan begitu saya dan Ari meninggalkan Jakarta, dia saat ini masih di Jakarta, kami akan bertemu lagi di Bogor weekend ini untuk ikut National Seminar yang menghadirkan Pak Anis Baswedan, BJ Habibie, Menpora, Sandiaga S Uno, dll.

 

Seharian kami pun muter-muter mencari kos dan akhirnya berkat bantuan mas Arya (S2 Teknik Lingkungan ITB, dulu S1 Teknik Lingkungan UNDIP), Iwan (teman saya tadi), dan Rifqi (teman SMA yang sekos sama Iwan, kuliah di Teknik Informatika ITB), kami sampai juga ke Turangga dan dapat kos di saudaranya Ibu Mira (General Representative Ashoka Indonesia) tepatnya di Jl. Sinom Raya No. 11 Bandung.

 

Malamnya, kami sempat muter-muter Dago Bawah jalan kaki, numpang sholat dan beli kue untuk saudara Helen di Kartika Sari, ngelihat komunitas Bike 2 Work-nya Bandung di Taman D-A-G-O, berfoto-foto, dan city sightseeing. Kami pun makan sate malamnya di sekitar Cisitu dan menemukan satu khasnya warung di Bandung: selalu ngasih air putih atau teh tawar dengan gratis dan jarang yang jualan es teh, hehehe.

 

Pukul 9 malam kami meninggalkan kos Iwan dan menuju Turangga, ke kos kami. Paginya saya, Ari, dan Etha langsung cabut ke Jakarta untuk IYMC 2011 (http://dinihajarrahmah.wordpress.com/2011/01/25/iymc-2011-ide-3-orang-yang-menginspirasi-ratusan-orang-bahkan-lebih/) dan Minggu sorenya saya dan Ari sudah tiba di kosan lagi menyambut Metya dan Helen. Bersiap untuk magang hari pertama Senin-nya!

 

Senin pagi, 24 Januari 2011, saya resmi menjadi mahasiswa magang-nya Ashoka Indonesia. Awalnya saya sangat tertarik dengan NGO ini waktu ikut Youth Summit-nya Desember tahun 2010 lalu dan itu pun berlanjut hingga saya mengajukan magang kesini. Saya pun bertemu dengan orang-orang di balik Ashoka Indonesia yang tentunya hebat-hebat dan saya merasa saya harus meningkatkan kapasitas saya ketika berhadapan bekerja dengan mereka. Mereka menuntut kualitas kerja yang tinggi karena mengingat nama mereka juga sudah level International. Inilah tantangannya, di hari pertama saya langsung shock sebentar begitu tahu tugas saya dan Metya. Kami diamanahi untuk mengerjakan profil Fellow, profil Young Changemaker, Toolkit yang nantinya akan dipakai untuk Ashoka Global di negara lain (karena background kami Sastra Inggris, jadi mereka menuntut kami untuk menampilkan Excellent English Skill and thats quite hard for us compare to their standards). Tugas lainnya selama satu bulan nanti adalah kami diminta untuk ikut merancang event besar mereka April 2012 nanti tentang Road to Change ke Singapore. Kami juga akan dilibatkan di kegiatan outdoor mereka dengan Young Changemaker Bandung, dll. (Yang terakhir yang selalu saya tunggu-tunggu, hehehe).

 

Saya menulis ini di tengah malam setelah saya sedikit merenungkan apa yang telah saya lakukan dan saya dapat dari NGO ini. Kata-kata Supervisor saya sore tadi sebelum kami pulang kerja (Office Hour kami dari jam 9am-5pm) masih saya ingat-ingat dan akan saya jadikan pelajaran yang sangat berharga. Ini seperti babak baru dalam hidup saya: Bekerja di kantor, Menikmati sesi Coffee Break dan bikin kopi di dapur kantor, Makan siang di kantor, mengikuti event-event outdoor Ashoka, mengerjakan kerjaan yang harus direvisi lagi begitu nyampe atasan, dll. Saya belum ingin menyimpulkan kok, kisah ini masih bersambung hingga sebulan ke depan saya stay di kota tercinta ini :)

 

Mohon doanya semoga kapasitas saya dapat sebanding dengan apa yang diharapkan oleh pihak Ashoka Indonesia. Baru 2 hari magang saja saya sudah dapat banyak pelajaran, info tentang Sociopreneur all over the world and especially Indonesia, mengenal orang-orang dibalik Ashoka dan how they works. Oya, tugas pertama saya di Ashoka adalah: Bikin SKYPE! Hehehe, dari dulu pengen bikin skype tapi belum kesampean, eh begitu magang hari pertama langsung suruh bikin karena mereka selalu berhubungan dengan Skype.

 

Selama 5 hari di Bandung kami sudah ke:

Dago, ZOE Kafe Buku Dipatiukur, Cihampelas, Ciwalk, Bandung Super Mall, Masjid Agung Bandung (kalau ga salah), Gramedia, Bandung Indah Plaza, Basecamp YPBB, Ashoka, 25 Messenger dan lewat banyak tempat menyenangkan. Angkot adalah sahabat kami :D

 

Gonna update you in my rest of the days, banyak agenda yang ingin dilakukan selama di kota ini seperti mengujungi basecamp Sahabat Kota dan belajar modul Peta Hijau, ke Lembang, Boscha, Ciwidey, Braga, Kulineran, maen ke komunitas-komunitas unik lainnya, dan banyak lagi! Manfaatkan setiap waktu yang ada untuk melihat dunia dimanapun kamu berada!

 

Salam Insomnia! :D

Dini Hajarrahmah

@dinidreaming